Rabu, 02 November 2011

Relita Pendidikan di Indonesia

"Mencerdaskan kehidupan bangsa" atau "setiap warganegara Indonesia berhak mendapatkan pendidikan", mungkin kedua kalimat itu tidak asing lagi bagi kita. jelas UUD 1945 menekankan bahwa pendidikan menjadi tanggungan pemerintah bukan menjadi beban rakyat. Entah kenapa banyak pemuda Indonesia yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi? cuma ada dua jawaban konkret, yang pertama karena memang pilihan bekerja lebih penting daripada pendidikan atau yang kedua, pendidikan menjadi hal yang mewah. sebagai contoh sederhana, saya adalah lulusan SMA dan saya ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, melihat biaya perkuliahan yang besar dan takut akan menjadi beban orang tua maka saya mengurungkan niat untuk kuliah dan terpaksa mencari pekerjaan. Berdasarkan Data dari Balitbang Depdiknas 2003 yang menyebutkan bahwa porsi biaya pendidikan yang ditanggung orang tua/siswa berkisar antara 63,35%-87,75% dari biaya pendidikan total. Sedangkan menurut riset Indonesia Corruption Watch (ICW) pada 2006 di 10 Kabupaten/Kota se-Indonesia ternyata orang tua/siswa pada level SD masih menanggung beban biaya pendidikan Rp 1,5 Juta, yang terdiri atas biaya langsung dan tak langsung. Selain itu, beban biaya pendidikan yang ditanggung oleh pemerintah dan masyarakat (selain orang tua/ siswa) hanya berkisar antara 12,22%-36,65% dari biaya pendidikan total (Koran Tempo, 07/03/2007). Menurut laporan dari bank dunia tahun 2004, Indonesia hanya menyediakan 62,8% dari keperluan dana penyelenggaraan pendidikan nasionalnya padahal pada saat yang sama pemerintah India telah dapat menanggung pembiayaan pendidikan 89%. Bahkan jika dibandingkan dengan negara yang lebih terbelakang seperti Srilanka, persentase anggaran yang disediakan oleh pemerintah Indonesia masih merupakan yang terendah. Pemerintah sebenarnya sudah menetapkan 20% dari APBN untuk pendidikan, namun kenyataan yang ada di lapangan, dana ini masih jauh dari cukup, program BOS yang dicanangkan permerintah pun dianggap tidak dapat mnyelesaikan masalah mahalnya biaya pendidikan dan BOS ini hanya akan menjadi sasaran empuk koruptor. satu lagi permasalahan pendidikan adalah RUU Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP) yang nantinya pemerintah akan memprivatisasi PTN, yang mewajibkan PTN mencari dana sendiri. Jelas RUU ini akan melambungkan biaya perkuliahan dan semakin menjerat mahasiswa maupun pelajar yang akan melanjutkan ke PTN. Masalah lain adalah sistem pendidikan yang diskriminatif, berbagai pihak menganggap UN tidak relevan dan hanya menghabiskan uang negara. Ujian Nasional dianggap diskriminatif karena tidak sebanding dengan kurikulum yang diterima sekolah daerah, misal wilayah terpencil NTT atau NTB, tidak mungkin pemerintah mensejajarkan sekolah di daerah tersebut dengan UN, padahal kurikulum dan materi yang diterima tidak sebanding dengan sekolah di Jakarta, dapat dipastikan siswa di daerah terpencil banyak yang tidak lulus, dan ini menjadi masalah kesetaraan pendidikan di seluruh wilayah Indonesia. Pendidikan seharusnya bukan sesuatu yang mewah, pendidikan bukanlah pilihan yang mustahil, pemerintah bukan tidak bisa menyelesaikan masalah ini, mereka hanya tidak mau atau mungkin menunda. 

Pendidikan Indonesia saat ini




Semoga menjadi seperti.....


Minggu, 30 Oktober 2011

Gaudeamus Igitur, lagu universitas seluruh dunia












Gaudeamus igitur

Juvenes dum sumus.
Post jucundam juventutem
Post molestam senectutem
Nos habebit humus.

Lirik di atas adalah bait pertama dari lagu "Gaudemus Igitur" yang merupakan lagu seremonial akademik di seluruh negara terutama di Eropa. ok...pas pertama denger lagu itu emang terasa betul nuansa seremonial universitasnya, tapi lama juga kalo lagi nyanyiin lagu gituan pas wisuda, pas wisuda kampus gue (juga merupakan penyambutan mahasiswa baru). Saat itu, para maba diminta untuk menghafal beberapa lagu yang sebagian pernah gue denger. kita dikasih semacam buku lagu. Di dalam buku itu ada lagu yang berjudul "Gaudeamus Igitur", berkat pelatihan pak Dibyo, koordinator dan pelatih padus maba, gue dan calon orang sukses lainnya (amin..) bisa menyanyikan lagu itu dalam beberapa jam, walaupun agak sumbang, hampir aja suara kita merubuhkan pondasi balairung.haahaaa...ok, pas acara wisuda, para choir (mahasiswa baru) diminta berdiri dan menyanyikan lagu Gaudeamus Igitur, lalu masuklah rektor dan dekan-dekannya. Lagu akan diulang-ulang terus sampai barisan rektor dan dekan duduk. kira-kira 4 kali ngulang baru dah tuh para petinggi unversitas duduk santai. Intinya kenapa lagu ini dipakai saat acara wisuda dan penyambutan maba di universitas, lagu ini terinspirasi dari lagu bishop of Bologna ciptaan Strada. Gaudeamus ini pada zaman dahulu di Jerman merupakan lagu perjuangan kebebasan akademi. di Inggris lagu ini dikenal dengan nama The Gaudie. Di negara-negara Eropa, Gaudeamus Igitur dinyanyikan sebagai lagu pengiring minum-minuman keras (Miras), karena seusai acara pelepasan atau wisuda, para wisudawan mengadakan pesta minum untuk merayakan kelulusan mereka. di Indonesia sendiri, tidak semua Universitas menyanyikan lagu ini, karena beberapa orang Gaudeamus Igitur menyiratkan kesan Hedonisme, pendapat yang salah kaprah itu muncul karena ketidaktahuan tentang sejarah dan makna lagu ini. lagu ini sebenarnya diciptakan atas keberhasilan yang telah dicapai mahasiswa dalam menuntut akademik di universitas. oke...that's all, kalo gue terserah lu mau nerima lagu ini apa gak, kalo di kampus gue sih emang make lagu ini buat acara wisuda dan dan penyambutan maba.

Senin, 10 Oktober 2011

Introducing

well, gue gak tau harus mulai darimana, mungkin perkenalan pribadi gue dulu. sebelum gue jadi orang, gue tinggal di depok dari gue lahir normal sampe gue (udah gak normal) nulis postingan ni, ok, gue mulai dari SMA gue aja, SMA gue adalah sekolah yang terkenal sepanjang Nusantara ( jalan nusantara ) yang gak perlu disebutin yaitu SMA SEJAHTERA 1 DEPOK, ups...sorry kesebut. gue juga bingung kenapa tuh sekolah nerima gue and tmen-tmen gue yang cacat (sorry buat tmen gue yang baca, gue ngomong jujur dari hati gue..Just kidding buddy). anyway, gue punya geng...eh sorry...maksud gue komplotan  ( aduh gue nulis kesemutan nih ) lanjut...lebih tepatnya perkumpulan gak jelas yang isinya cuma manusia gak jelas, juga kehidupannya...oh so sad, tapi mereka temen gue juga walaupun cacat. Ok, cukup menghinannya...langsung aja dah, liat wajah-wajah mereka yang abstrak....eng...ing...eng


Fadli Z.A


sorry yang baru ngeliat ini bukan marsupilami atau penyadah getah karet, dia bisa dibilang founding father-nya sindikat kita. namanya Fadli Zulhusni Akbar, lahir di...( gue gak tau dimana, gak penting juga sih ), rajin membaca, suka membantu orang tua, setia kawan, rajin menabung. nomor HP-nya 08787522xxxx, gak penting juga sih gue tulis nomornya. gue sekelas pas kelas XI. klo ada yang mau mengenal lebih jauh (khususnya kaum hawa) silahkan post komentar.

Dipa C.N


kalo yang gue masih ragu dia normal apa cacat, menurut gue sih setengah cacat. dialah Dipa Catur Nugraha, sama kaya Fadli, gue sekelas sama Dipa pas kelas XI. walaupun cacat otaknya lumayan loh..( lumayan miring )....sorry Dip, gue ngomong apa adanya


Rio Prabowo







ini namanya Rio, rumahnya kita jadiin markas. sebenernya ini blog gue dedikasiin buat loe yo, atas kesediaan loe nampung kita. dia orangnya handsome loh...hahahaaa ( itu sih pengakuannya )..Next


Uta As


gue gak tau apa nih maksud foto, tapi kayanya dia lagi banyak hutang + diludahin ama cewek ( becanda ta ). dia anak cikampek, punya Ninja di kampungnya ( Ninja Hatori )...lanjut

Angga Jerry a.k.a Bawank




orang ini sudah hampir punah jadi kita harus melestarikannya. obsesi jadi polisi ( polisi tidur ). udah cuma segitu yang bisa gue tulis tentang dia, sisanya dia adalah orang yang murah senyum...

Fadillah


ok..yang satu ini namanya Fadil, temen kelas 2 SMA. ciri khasnya motor mio dengan airbrush tazmania begitu juga helmnya. sisanya lu cari aja sendiri

Eka Y. S


and finally... gue nongol juga. asal lu motor yang gue dudukin bukan motor gue (gak penting juga sih). anyway, gue gak perlu deskripsiin diri gue, gak etis juga kalo gue bilang "gue itu keren" walaupun memang begitulah fakta.

    well, segitu aja perkenalan dari gue dan temen-temen gue, mohon maaf kalo tulisan ini merasa anda tersakiti kawan, mohon maaf juga gak semuanya bisa gue kenalin..oke...hatur nuhun